BERBURU INFORMASI DI JARINGAN INTERNET

A. Pendahuluan
Jauh sebelum istilah ‘Internet’ digunakan, keinginan untuk membuat komputer-komputer yang bisa saling mengkomunikasikan data telah menjadi fokus utama riset komputer. Jaringan komputer yang bisa dianggap sebagai jabang bayi Internet saat ini adalah apa yang disebut ARPANET. Jaringan komputer ARPANET mula-mula menghubungkan komputer di University of California, Los Angeles dengan Stanford Research Institute, pada 29 November 1969. Seminggu kemudian, 2 (dua) titik jaringan ditambahkan, yakni University of Utah dan University of California di Santa Barbara. Jadi sampai akhir tahun 1969, hanya ada satu jaringan komputer yang menghubungkan 3 universitas dan 1 lembaga riset di Amerika. Mulai tahun 1972, terkait dengan perbaikan sistem jaringan, ARPANET mulai berkembang pesat sehingga sampai tahun 1981 jumlah komputer yang bergabung menjadi 213 unit dengan pertambahan rata-rata 1 unit tiap 12 hari.
Istilah Internet baru diadopsi dalam dokumen resmi Request For Comments 675: Internet Transmission Control Protocol pada bulan Desember 1974. Internet dalam pengertian saat itu adalah jaringan dengan protokol TCP/IP (Transfer Control Protocol/Internet Protocol), untuk membedakannya dengan jaringan yang tidak menggunakan protokol TCP/IP. Lambat laun istilah Internet berarti internetwork yakni jaringan komputer pada lingkup global. Sampai tahun 1970-an, jaringan komputer dengan protokol TCP/IP masih merupakan sarana komunikasi ilmuwan. Orang awam belum tertarik menggunakannya oleh karena program-programnya masih belum user friendly.
Adalah Timothy Berners-Lee, fisikawan dan ilmuwan komputer dari Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir, di Swiss, yang mengaplikasikan konsep hyperlink untuk memudahkan pengguna membaca dokumen maupun file multimedia yang terkait dengan cara mudah. Istilah world-wide web merujuk pada saling-kait antar file yang ada di dalam jaringan komputer. Prototip operasional dari konsep web ini muncul pada awal tahun 1980-an, dan menjadi awal bagi perkembangan Internet seperti yang kita saksikan saat ini. Perangkat lunak browser, yang diberi nama Mosaic, dan diperkenalkan pada tahun 1993, lebih mempermudah akses informasi di jaringan Internet bagi kalangan awam (Comer, 2005).
B. Mengenal Internet
Ditinjau dari sisi fisiknya, Internet sesungguhnya hanyalah berupa komputer (dan perangkat pendukungnya) yang saling terhubung satu sama lain melalui saluran telekomunikasi. Pada skala mikro, Internet mirip dengan hubungan antar komputer pada sebuah warung Internet (warnet). Pada dasarnya, teknologi jaringan yang menghubungkan komputer-komputer di warnet memang mengadopsi teknologi Internet. Bedanya, komputer-komputer di warnet terhubung satu sama lain dengan kabel (beberapa mungkin terhubung tanpa kabel), sedangkan komputer-komputer di Internet terhubung satu sama lain dengan semua sarana telekomunikasi yang memungkinkan (kabel, radio, serat optik, satelit, dan sebagainya). Bedanya lagi, Internet adalah jaringan dengan skala sangat luas dan mendunia sehingga yang terhubung kepadanya bukan hanya unit-unit komputer melainkan juga unit-unit jaringan komputer.
Ditinjau dari peran komputer-komputer yang berada di dalamnya, ada dua peran komputer di Internet, yakni server di satu sisi dan klien di sisi lain. Suatu komputer yang berperan sebagai penyedia informasi disebut sebagai server, sedangkan komputer yang berfungsi mengambil informasi disebut sebagai klien. Komputer-komputer yang disewakan untuk mengakses Internet di warung-warung Internet berperan sebagai klien. Melalui komputer ini pengguna bisa mengakses situs-situs web (yang berada dalam komputer-komputer server, yang tersebar di seluruh penjuru dunia), melakukan percakapan (chatting), mengirim dan menerima email, serta melakukan kegiatan-kegiatan lain yang dapat dilayani oleh Internet.
Secara non-fisik, arti penting Internet terletak pada kemampuannya mengelola lalu-lintas informasi secara global. Di depan layar komputer, di suatu tempat di dunia ini, asalkan terhubung dengan jaringan Internet, pengguna bisa menikmati sajian informasi maupun berinteraksi dengan orang lain yang berada di manapun. Ada ratusan juta (bahkan mungkin milyaran) situs di Internet yang bisa diakses kapan saja dan menyediakan berbagai informasi yang dibutuhkan baik berupa dokumen, gambar, suara, maupun video. Mahasiswa yang sedang menulis karya ilmiah dapat memperoleh informasi tentang topik yang akan ditulisnya dari berbagai jurnal maupun artikel yang ditulis oleh pakar-pakar di bidangnya. Fungsi kantor pos sebagai kurir pengirim suratpun nyaris tergantikan oleh fasilitas email yang dimiliki oleh Internet (bahkan bisa digunakan tanpa biaya). Percakapan (baik bermodus suara maupun bermodus tulisan) lintas negara dengan biaya murah juga dapat dilayani, sebagai alternatif layanan telepon. Di Internet juga tersimpan milyaran arsip berupa dokumen, gambar, suara, maupun video, yang tersebar di berbagai server dan dapat diakses kapan saja dibutuhkan. Maka, Internet dapat juga dipandang sebagai perpustakaan raksasa, dengan koleksi yang tidak tertandingi oleh perpustakaan manapun.
1. Jaringan komputer
Komputer-komputer yang terhubung dalam dalam suatu jaringan dapat ditemui misalnya dalam sebuah warnet (warung internet). Layanan akses Internet yang banyak terdapat di berbagai kota di Indonesia ini biasanya memiliki lebih dari satu komputer yang dapat digunakan secara bersama-sama untuk mengakses Internet. Hubungan antar komputer di dalamnya bisa menggunakan kabel (umumnya menggunakan kabel UTP atau unshielded twisted pair), bisa juga tanpa kabel. Hubungan tanpa kabel dapat dilakukan dengan memasang satu perangkat pemancar-penerima (yang disebut sebagai wireless access point) di satu sisi, dan perangkat-perangkat wireless access di sisi lain. Komputer laptop atau notebook umumnya sudah memiliki perangkat wireless access ini di dalamnya. Perangkat wireless access ini juga dijual terpisah sehingga dapat dipasang pada komputer-komputer yang memerlukannya. Gambar 1 berikut ini menunjukkan jaringan komputer dengan kabel yang umumnya digunakan di warung Internet. Gambar 2 menunjukkan alternatif jaringan campuran, dengan kabel dan tanpa kabel.

jarkom dengan kabel

Gambar 1. Jaringan komputer dengan kabel

Pada jaringan seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 2.1. komputer manapun dapat memanfaatkan printer laser yang secara fisik hanya terhubung ke Komputer Wahyu. Hub/Switch adalah perangkat yang mengatur lalu lintas informasi di dalam jaringan tersebut. Bila salah satu komputer dihubungkan ke Internet (melalui perangkat yang disebut modem) maka semua komputer dalam jaringan dapat terhubung pula ke Internet.

Jaringan Wireless

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: