Training MGMP Gunungkidul

Hari ini saya menjadi instruktur untuk Pelatihan Pengembangan Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi untuk teman-teman MGMP Gunungkidul. Pelatihan diselenggarakan di R405 Gedung H Kampus Sekaran. Bla ..bla..bla

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar

Arsip Soal Ujian

Soal ujian tanggal 09 Agustus 2007

Soal ujian tanggal 26 Oktober 2007

Soal ujian tanggal 27 Oktober 2007

Tinggalkan sebuah Komentar

Berburu Informasi di Internet (2)

2. Berbagai Cara Terhubung ke Internet
Internet adalah jaringan komputer global, artinya merupakan jaringan komputer skala luas yang titik-titik atau node-nya (atau ‘anggota’-nya) berupa komputer maupun jaringan komputer. Terhubung ke Internet artinya tersambung ke jaringan global tersebut. Saat ini terdapat berbagai cara agar sebuah komputer (atau jaringan komputer) terhubung ke Internet. Cara-cara terhubung ke Internet antara lain adalah:

  • Melalui telepon kabel, bisa mengakses Internet secara dial-up, sewa jaringan (leased line), atau menggunakan layanan transmisi digital menggunakan modem DSL (Digital Subscriber Line).
  • Melalui telepon nirkabel, baik yang berteknologi GSM (Global System for Mobile Communications) maupun berteknologi CDMA (Code Division Multiple Access).
  • Melalui televisi kabel atau televisi berlangganan.
  • Melalui gelombang mikro.
  • Melalui layanan wireless access point.

a. Melalui Telepon Kabel
Telepon kabel atau yang biasa disebut jaringan telepon publik (public telephone service network) dapat digunakan untuk mengakses layanan Internet, selain sebagai sarana komunikasi suara dan faksimili. Diperlukan perangkat yang disebut modem untuk menghubungkan jalur telepon kabel ke komputer. Pada akses dial up pengguna perlu menghubungi dahulu (dengan menggunakan komputer) nomor akses khusus yang disediakan untuk layanan Internet oleh penyedia jasa layanan. Salah satu penyedia jasa layanan Internet, misalnya, menyediakan nomor telepon 0809 8 9999 sebagai nomor akses untuk layanan Internetnya. Untuk dapat menggunakan layanan ini, selain harus memiliki seperangkat komputer, pengguna juga harus memiliki modem dan berlangganan akses Internet ke penyedia jasa layanan Internet. Jadi selain harus membayar biaya telepon, pengguna juga harus membayar biaya akses Internet. Penyedia jasa layanan Internet yang sekaligus penyedia jasa telekomunikasi bisa menyatukan biaya itu dalam satu tarif terpadu. Layanan Telkomnet Instan dengan akses telepon 0809 8 9999 adalah layanan yang menyatukan tarif akses internet sekaligus tarif jasa telekomunikasi.
Tarif akses Internet dengan cara dial up melalui telepon kabel biasanya dihitung berdasarkan lamanya digunakan atau lamanya pengguna terhubung ke penyedia jasa layanan Internet, meskipun bisa juga berdasarkan pada jumlah data yang diakses. Sama seperti penggunaan telepon, akses Internet juga dapat menggunakan sistem bayar di depan (prabayar) maupun sistem bayar di belakang (pasca bayar). Sistem bayar di depan umumnya menggunakan vucer khusus yang dapat digunakan selama waktu tertentu atau untuk sejumlah data yang diakses.
Jaringan telepon kabel juga dapat dimanfaatkan untuk akses Internet dengan menggunakan teknologi DSL (digital subscriber line). Teknologi ini memungkinkan lalu lintas data terpisah dari lalu lintas percakapan telepon sehingga saluran yang sama dapat digunakan untuk mengakses Internet tanpa mengganggu aktivitas bertelepon. Untuk dapat menggunakan layanan ini, calon pengguna harus memiliki seperangkat komputer, satu jalur telepon kabel, dan modem khusus yaitu modem DSL. Salah satu penyedia jasa layanan internet jenis ini di Indonesia adalah Telkomnet dengan layanan bernama Telkom Speedy, yang menurut promosinya mampu melayani akses Internet sampai 256 kbps (kilobit per detik). Secara teknis, sebenarnya makin jauh pelanggan dari sentral telepon, makin rendah kecepatan aksesnya. Kecepatan akses juga turun apabila jaringan telepon sibuk melayani percakapan.
Jenis layanan lain yang menggunakan telepon kabel sebagai media lalu lintas data adalah layanan yang disebut leased line. Pada prinsipnya, pada jenis layanan ini pengguna menyewa jalur telepon yang secara khusus digunakan untuk mengakses Internet. Penyewa menggunakan saluran yang disewanya ini untuk berhubungan dengan penyedia jasa layanan Internet, dan selanjutnya mengakses Internet. Selain mengakses Internet, pelanggan juga dapat menggunakan saluran yang disewanya ini sebagai media untuk menghubungkan server miliknya ke jaringan Internet. Sewa jaringan ini tentu saja relatif mahal karena terhubung terus-menerus selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu.

InternetKabel

Gambar 3. Hubungan Akses Internet Dial Up
b. Melalui Telepon Nirkabel
Selain melalui telepon kabel, akses Internet juga dimungkinkan menggunakan telepon nirkabel. Saat ini ada dua jenis teknologi telepon nirkabel (disebut ponsel atau handphone) yang dapat melayani akses Internet, yakni GSM (global system for mobile communications) dan CDMA (code division multiple access). Internet dapat diakses secara langsung menggunakan perangkat telepon tersebut asalkan perangkat yang digunakan memenuhi syarat untuk akse Internet. Cara lain adalah dengan memanfaatkan modem yang biasanya terdapat di dalam handphone tersebut, dan menggunakannya sebagai sarana akses Internet.
Penyelenggara jasa layanan telekomunikasi untuk ponsel berteknologi CDMA yang melayani akses Internet antara lain adalah Telkom (dengan layanan Telkom Flexy), Mobile-8 (Fren), Indosat (Starone), dan Esia (Wifone). Ketiga penyelenggara layanan tersebut menyediakan akses dial up dengan tarif berbasis waktu maupun berbasis volume, yang ditagihkan langsung ke dalam tagihan telepon, atau dikurangkan langsung dari nilai vucer yang dimiliki pengguna. Untuk dapat menggunakan layanan Internet melalui ponsel CDMA, pengguna harus memiliki ponsel yang dilengkapi dengan modem dan kartu SIM (subscriber identification module) yang menyediakan layanan tersebut. Pada umumnya penyedia jasa layanan telekomunikasi nirkabel berteknologi CDMA ini menggunakan EVDO (Evolution Data Optimized) sebagai sebagai standar akses datanya.
Beberapa penyedia jasa layanan telekomunikasi untuk ponsel berteknologi GSM yang juga menyediakan layanan akses Internet melalui ponsel, antara lain Indosat (Matrix, Mentari), Telkomsel, dan ProXL (layanan Xplore). Akses Internet pada ponsel GSM dapat dilayani dengan menggunakan standar akses data GPRS (generalized packet radio service) ataupun HSDPA (High Speed Downlink Packet Access). Standar akses data HSDPA saat ini mampu melayani akses data sampai 1,8 Mbps.

intnirkabel

Gambar 4. Akses Internet Melalui Ponsel

c. Melalui Televisi Kabel
Penyedia layanan televisi kabel dapat pula melayani akses Internet dengan memanfaatkan saluran televisi yang dimilikinya. Untuk dapat menggunakan layanan ini, selain harus berlangganan televisi kabel yang juga melayani akses internet tersebut, diperlukan modem khusus yang disebut cable modem. Kecepatan akses data untuk layanan ini mencapai 3 Mbps. Di Indonesia, jenis layanan ini tidak populer karena jumlah pelanggan televisi kabel tidak cukup banyak. Di Indonesia, Kabelvision adalah salah layanan Internet melalui saluran televisi kabel yang disediakan oleh LinkNet.

inttvkabel

Gambar 5. Akses Internet Melalui Televisi Kabel

d. Melalui Gelombang Mikro

Layanan akses Internet melalui gelombang mikro pada umumnya digunakan oleh warnet untuk berhubungan dengan penyedia jasa layanan Internet meskipun dapat juga digunakan oleh pelanggan rumahan. Cara ini jauh lebih menguntungkan karena akses gelombang mikro pada frekuensi 2,4 Gigahertz masih bebas biaya, dibanding harus menyewa jaringan leased line. Untuk dapat mengakses Internet dengan cara ini, pelanggan perlu memiliki perangkat modem khusus untuk wireless access yang dapat menjangkau perangkat pemancar-penerima yang dimiliki oleh penyedia jasa layanan Internet. Biaya akses umumnya ditentukan berdasarkan besarnya kapasitas akses yang dilanggan, umumnya dalam kelipatan 64 kbps (misalnya: 64, 128, 256, 384 kbps, dan seterusnya).

hotspot

Gambar 6. Akses Internet Melalui Gelombang Mikro

e. Melalui Layanan Wireless Access Point (Hotspot)

Di tempat-tempat publik di kota besar saat ini umumnya tersedia akses Internet gratis maupun berbayar (dengan menggunakan vucer yang bisa dibeli bebas), melalui apa yang disebut sebagai hotspot. Layanan ini bisa diakses menggunakan komputer atau perangkat lain (misalnya ponsel) yang memiliki fasilitas wifi (wireless fidelity).
Artikel dalam Wikipedia (http://en.wikipedia.org/wiki/Wi-Fi) disebutkan bahwa teknologi wifi baru diusulkan dalam paper Brett Stewart pada sebuah konferensi NetWorld/InterOp pada tahun 1993. Baru pada tahun 1998, Nokia mengenalkan istilah hotspot untuk layanan akses nirkabel seperti yang diusulkan Stewart.
Dari sisi teknis sebenarnya layanan ini memanfaatkan teknologi jaringan komputer nirkabel, dan komputer (atau perangkat lain) yang mengakses Internet merupakan bagian dari jaringan tersebut. Pada hotspot gratis, tidak diperlukan penyandian sehingga siapapun asal perangkat yang digunakan mampu mengakses hotspot, ia dapat langsung menikmati layanan Internet.
Pada hotspot berbayar, pengguna yang memerlukan layanan harus membeli vucer yang berisi kode akses. Dengan kode yang ada pada vucer tersebut sebagai password, pengguna dapat mengakses Internet di tempat tersebut selama waktu tertentu dan akan otomatis terputus setelah jatah pemakaiannya habis. Hotel, kafe, mall, bandara, kampus, dan tempat-tempat umum lain di kota-kota besar banyak menyediakan fasilitas hotspot ini.

hotspotbenar

Gambar 7. Akses Internet Melalui Hotspot


Tinggalkan sebuah Komentar

Membuat Tabel dengan MS Word XP

Bla ..bla …

Tinggalkan sebuah Komentar

BERBURU INFORMASI DI JARINGAN INTERNET

A. Pendahuluan
Jauh sebelum istilah ‘Internet’ digunakan, keinginan untuk membuat komputer-komputer yang bisa saling mengkomunikasikan data telah menjadi fokus utama riset komputer. Jaringan komputer yang bisa dianggap sebagai jabang bayi Internet saat ini adalah apa yang disebut ARPANET. Jaringan komputer ARPANET mula-mula menghubungkan komputer di University of California, Los Angeles dengan Stanford Research Institute, pada 29 November 1969. Seminggu kemudian, 2 (dua) titik jaringan ditambahkan, yakni University of Utah dan University of California di Santa Barbara. Jadi sampai akhir tahun 1969, hanya ada satu jaringan komputer yang menghubungkan 3 universitas dan 1 lembaga riset di Amerika. Mulai tahun 1972, terkait dengan perbaikan sistem jaringan, ARPANET mulai berkembang pesat sehingga sampai tahun 1981 jumlah komputer yang bergabung menjadi 213 unit dengan pertambahan rata-rata 1 unit tiap 12 hari.
Istilah Internet baru diadopsi dalam dokumen resmi Request For Comments 675: Internet Transmission Control Protocol pada bulan Desember 1974. Internet dalam pengertian saat itu adalah jaringan dengan protokol TCP/IP (Transfer Control Protocol/Internet Protocol), untuk membedakannya dengan jaringan yang tidak menggunakan protokol TCP/IP. Lambat laun istilah Internet berarti internetwork yakni jaringan komputer pada lingkup global. Sampai tahun 1970-an, jaringan komputer dengan protokol TCP/IP masih merupakan sarana komunikasi ilmuwan. Orang awam belum tertarik menggunakannya oleh karena program-programnya masih belum user friendly.
Adalah Timothy Berners-Lee, fisikawan dan ilmuwan komputer dari Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir, di Swiss, yang mengaplikasikan konsep hyperlink untuk memudahkan pengguna membaca dokumen maupun file multimedia yang terkait dengan cara mudah. Istilah world-wide web merujuk pada saling-kait antar file yang ada di dalam jaringan komputer. Prototip operasional dari konsep web ini muncul pada awal tahun 1980-an, dan menjadi awal bagi perkembangan Internet seperti yang kita saksikan saat ini. Perangkat lunak browser, yang diberi nama Mosaic, dan diperkenalkan pada tahun 1993, lebih mempermudah akses informasi di jaringan Internet bagi kalangan awam (Comer, 2005).
B. Mengenal Internet
Ditinjau dari sisi fisiknya, Internet sesungguhnya hanyalah berupa komputer (dan perangkat pendukungnya) yang saling terhubung satu sama lain melalui saluran telekomunikasi. Pada skala mikro, Internet mirip dengan hubungan antar komputer pada sebuah warung Internet (warnet). Pada dasarnya, teknologi jaringan yang menghubungkan komputer-komputer di warnet memang mengadopsi teknologi Internet. Bedanya, komputer-komputer di warnet terhubung satu sama lain dengan kabel (beberapa mungkin terhubung tanpa kabel), sedangkan komputer-komputer di Internet terhubung satu sama lain dengan semua sarana telekomunikasi yang memungkinkan (kabel, radio, serat optik, satelit, dan sebagainya). Bedanya lagi, Internet adalah jaringan dengan skala sangat luas dan mendunia sehingga yang terhubung kepadanya bukan hanya unit-unit komputer melainkan juga unit-unit jaringan komputer.
Ditinjau dari peran komputer-komputer yang berada di dalamnya, ada dua peran komputer di Internet, yakni server di satu sisi dan klien di sisi lain. Suatu komputer yang berperan sebagai penyedia informasi disebut sebagai server, sedangkan komputer yang berfungsi mengambil informasi disebut sebagai klien. Komputer-komputer yang disewakan untuk mengakses Internet di warung-warung Internet berperan sebagai klien. Melalui komputer ini pengguna bisa mengakses situs-situs web (yang berada dalam komputer-komputer server, yang tersebar di seluruh penjuru dunia), melakukan percakapan (chatting), mengirim dan menerima email, serta melakukan kegiatan-kegiatan lain yang dapat dilayani oleh Internet.
Secara non-fisik, arti penting Internet terletak pada kemampuannya mengelola lalu-lintas informasi secara global. Di depan layar komputer, di suatu tempat di dunia ini, asalkan terhubung dengan jaringan Internet, pengguna bisa menikmati sajian informasi maupun berinteraksi dengan orang lain yang berada di manapun. Ada ratusan juta (bahkan mungkin milyaran) situs di Internet yang bisa diakses kapan saja dan menyediakan berbagai informasi yang dibutuhkan baik berupa dokumen, gambar, suara, maupun video. Mahasiswa yang sedang menulis karya ilmiah dapat memperoleh informasi tentang topik yang akan ditulisnya dari berbagai jurnal maupun artikel yang ditulis oleh pakar-pakar di bidangnya. Fungsi kantor pos sebagai kurir pengirim suratpun nyaris tergantikan oleh fasilitas email yang dimiliki oleh Internet (bahkan bisa digunakan tanpa biaya). Percakapan (baik bermodus suara maupun bermodus tulisan) lintas negara dengan biaya murah juga dapat dilayani, sebagai alternatif layanan telepon. Di Internet juga tersimpan milyaran arsip berupa dokumen, gambar, suara, maupun video, yang tersebar di berbagai server dan dapat diakses kapan saja dibutuhkan. Maka, Internet dapat juga dipandang sebagai perpustakaan raksasa, dengan koleksi yang tidak tertandingi oleh perpustakaan manapun.
1. Jaringan komputer
Komputer-komputer yang terhubung dalam dalam suatu jaringan dapat ditemui misalnya dalam sebuah warnet (warung internet). Layanan akses Internet yang banyak terdapat di berbagai kota di Indonesia ini biasanya memiliki lebih dari satu komputer yang dapat digunakan secara bersama-sama untuk mengakses Internet. Hubungan antar komputer di dalamnya bisa menggunakan kabel (umumnya menggunakan kabel UTP atau unshielded twisted pair), bisa juga tanpa kabel. Hubungan tanpa kabel dapat dilakukan dengan memasang satu perangkat pemancar-penerima (yang disebut sebagai wireless access point) di satu sisi, dan perangkat-perangkat wireless access di sisi lain. Komputer laptop atau notebook umumnya sudah memiliki perangkat wireless access ini di dalamnya. Perangkat wireless access ini juga dijual terpisah sehingga dapat dipasang pada komputer-komputer yang memerlukannya. Gambar 1 berikut ini menunjukkan jaringan komputer dengan kabel yang umumnya digunakan di warung Internet. Gambar 2 menunjukkan alternatif jaringan campuran, dengan kabel dan tanpa kabel.

jarkom dengan kabel

Gambar 1. Jaringan komputer dengan kabel

Pada jaringan seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 2.1. komputer manapun dapat memanfaatkan printer laser yang secara fisik hanya terhubung ke Komputer Wahyu. Hub/Switch adalah perangkat yang mengatur lalu lintas informasi di dalam jaringan tersebut. Bila salah satu komputer dihubungkan ke Internet (melalui perangkat yang disebut modem) maka semua komputer dalam jaringan dapat terhubung pula ke Internet.

Jaringan Wireless

Tinggalkan sebuah Komentar

Ujian komputer 05 Januari 2008

Hari ini labkom ngadain lagi ujian kompetensi komputer. Pesertanya 17 orang, semua dari prodi BK. Sama seperti ujian-ujian sebelumnya, bapak-bapak dan ibu-ibu peserta tampak nervous. Lantas pada tengak-tengok kiri kanan,  panik,atau berseru gembira karena formulanya di Excel bisa jalan.

Yah, diikutin saja. Soalnya, pihak PPs tetap menghendaki agar mahasiswanya memiliki keterampilan dasar komputer sebelum lulus.

Tinggalkan sebuah Komentar

Halo dunia!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Comments (1)